Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menyiapkan skema rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi dampak aksi penyampaian pendapat di sejumlah titik di Jakarta pada Rabu (28/10). Jalur Sudirman-Thamrin menjadi salah satu ruas yang mendapat perhatian khusus dalam pengamanan tersebut.

Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Firman Darmansyah menyatakan bahwa pola rekayasa lalu lintas telah disiapkan untuk mengantisipasi perubahan kondisi di lapangan. Personel juga ditempatkan di jalur-jalur yang berpotensi terdampak oleh aksi tersebut.

“Dengan adanya situasi seperti ini, tentunya kita sudah antisipasi pengalihan arus, baik itu di jalur Sudirman-Thamrin, kemudian jalur-jalur yang kira-kira berdampak, itu semua personel sudah kita plotting, pola-pola untuk pengalihan arusnya sudah kita lakukan, kita simulasikan,” ujar Kombes Pol Firman Darmansyah.

Menurut Firman, kepadatan lalu lintas di Jakarta, terutama di Jalan Sudirman-Thamrin, merupakan kondisi yang kerap terjadi. Karena itu, kepolisian menyiapkan langkah penanganan apabila arus kendaraan mengalami kemacetan selama kegiatan masyarakat berlangsung.

“Apabila nanti macet, stuck, tentunya kita sudah melakukan rekayasa arus lalu lintas dan butir-butir anggota kita semua sudah tergelar,” jelasnya.

Firman menambahkan bahwa penambahan personel dapat dilakukan jika terjadi kemacetan. Kepolisian juga menyatakan pengalihan arus akan dilakukan sesuai dengan kondisi di lapangan, sehingga penyesuaian dapat berlangsung mengikuti perkembangan situasi.

“Hari ini, untuk lalu lintas saja seperti rutinitas biasa. Paling nanti kita apabila terjadi kemacetan, kita tambah penebalan-penebalan. Ya lebih kurang 1.000 personel,” tambahnya.

Pengguna jalan diimbau memperhatikan perkembangan situasi lalu lintas, khususnya saat melintasi kawasan Sudirman-Thamrin dan ruas jalan lain yang terdampak aksi. Imbauan ini disampaikan agar masyarakat dapat menyesuaikan perjalanan dengan kondisi arus yang berubah.