Danantara Investment Management (DIM) menargetkan pembangunan 11 menara baru di Makkah, Arab Saudi, dalam dua tahun ke depan sebagai bagian dari proyek Kampung Haji. Rencana itu disampaikan dalam Danantara Technology Innovation Investment Forum (DTIFF) 2026 di Hotel Fairmont, Jakarta, Senin (26/10/2026), dan disebut akan menjadikan proyek tersebut salah satu investasi industri real estate terbesar.

Chief Executive Officer DIM sekaligus Chief Financial Officer Danantara Indonesia Pandu Sjahrir menyatakan proyek yang memfasilitasi jemaah haji Indonesia itu tidak berhenti pada Novotel Thakher. Menurutnya, DIM telah memperoleh kepemilikan penuh atas Novotel Makkah Thakher City, dan Indonesia disebut sebagai negara pertama di dunia yang mendapatkan kepemilikan 100 persen di Makkah.

“Targetnya dalam dua tahun berikut, kami akan membangun 11 menara lagi di Makkah sehingga akan membuatnya sebagai investasi industri real estate terbesar,” ujar Pandu Sjahrir.

Pandu menempatkan proyek Kampung Haji sebagai bagian dari perluasan keterlibatan Danantara di sektor properti yang melayani kebutuhan jemaah haji Indonesia. Ia menyebut nilai investasi yang dibutuhkan untuk membangun Kampung Haji di Makkah mencapai sekitar US$500 miliar, angka yang menunjukkan skala proyek tersebut jauh melampaui pembangunan satu hotel.

“Kita adalah negara pertama di dunia yang dapat mendapatkan 100% kepemilikan di Makkah,” ujarnya.

Selain proyek di Makkah, Danantara tengah menggarap dua investasi lain, yakni proyek National Scale Waste to Energy (PSEL) dan kemitraan protein dengan JBS Group di Australia dan Selandia Baru. PSEL dirancang mengolah 35 juta ton sampah yang dihasilkan masyarakat, dengan 60 persen di antaranya saat ini belum terkelola.

Nilai investasi total PSEL disebut mencapai US$5 miliar dengan kapasitas terpasang 660 megawatt. Proyek ini telah diresmikan di sejumlah lokasi, salah satunya di Kota Bogor, Jawa Barat, dengan nilai investasi per lokasi berkisar US$120 juta hingga US$150 juta.

“Ini adalah salah satu proyek yang paling well-banked di Indonesia,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menegaskan posisi PSEL sebagai proyek yang dinilai memiliki dukungan pembiayaan kuat di dalam negeri. Bagi Danantara, rangkaian proyek di Makkah, pengolahan sampah, dan kemitraan protein itu memperlihatkan arah investasi yang tersebar di sektor properti, energi, dan pangan.