Kemenangan Cristiano Ronaldo pada Ballon d’Or 2008 terpilih sebagai kemenangan Ballon d’Or terbaik sepanjang masa dalam jajak pendapat B.O.A.T. yang melibatkan suara penggemar. Lionel Messi harus puas di posisi kedua melalui keberhasilannya pada 2012. Hasil ini menempatkan musim 2007-2008 Ronaldo sebagai rujukan tertinggi dalam sejarah penghargaan individu tersebut.

Penghargaan itu menjadi puncak perjalanan Ronaldo bersama Manchester United, yang ia mulai setelah tiba dari Sporting CP pada Agustus 2003 saat berusia 18 tahun. Ia menjadi pemain Portugal pertama yang mengenakan seragam Manchester United dan mewarisi nomor punggung 7 yang sebelumnya dipakai George Best, Eric Cantona, dan David Beckham. Pada saat meraih Ballon d’Or 2008, Ronaldo telah menuntaskan musim penuh kelimanya di klub tersebut.

Musim 2007-2008 menjadi pembuktian bagi Ronaldo. Ia mencetak 31 gol di Premier League, memastikan gelar Golden Boot dengan selisih tujuh gol atas Emmanuel Adebayor dan Fernando Torres yang masing-masing mengoleksi 24 gol. Jumlah 31 gol itu menyamai rekor tertinggi dalam satu musim Premier League berformat 38 pertandingan yang pertama kali dibukukan Alan Shearer bersama Blackburn Rovers pada 1995-1996.

Di kompetisi domestik, Ronaldo mencatatkan hat-trick pertamanya untuk Manchester United dalam kemenangan 6-0 atas Newcastle United. Kontribusinya berlanjut di Eropa ketika ia membantu United meraih gelar Liga Champions ketiga dan yang pertama dalam hampir satu dekade. Final melawan Chelsea berakhir 1-1 setelah perpanjangan waktu, dengan Ronaldo mencetak satu-satunya gol United sebelum kemenangan lewat adu penalti.

Dengan delapan gol, Ronaldo menutup kampanye Liga Champions sebagai pencetak gol terbanyak. Secara keseluruhan pada 2007-2008, ia membukukan 42 gol dalam 49 penampilan di semua kompetisi. Catatan itu menjadikannya pemain Manchester United pertama yang meraih Ballon d’Or sejak George Best, 40 tahun sebelumnya.

Manajer United saat itu, Sir Alex Ferguson, disebut terpesona oleh kecepatan, kekuatan, kemampuan menggiring bola, penyelesaian akhir, serta etos kerja keras Ronaldo muda. Kombinasi atribut tersebut menjadi dasar penilaian atas musim yang kini ditempatkan penggemar sebagai kemenangan Ballon d’Or terbaik sepanjang sejarah.