Anthropic pada Senin mengajukan dokumen untuk mempersiapkan kemungkinan penawaran umum perdana atau IPO. Langkah ini menandai tahap baru bagi perusahaan pengembang kecerdasan buatan tersebut, yang sebelumnya menyatakan telah menyerahkan secara rahasia draf pernyataan pendaftaran pada Formulir S-1 kepada Securities and Exchange Commission.
Dalam dokumen tersebut, Anthropic menempatkan kecerdasan buatan sebagai salah satu teknologi paling berdampak dalam sejarah manusia. Perusahaan menyatakan bahwa jika dikelola dengan baik, teknologi ini berpotensi mempercepat inovasi ilmiah, meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi secara signifikan, membawa obat bagi penyakit-penyakit utama, serta menyelesaikan persoalan yang lama sulit diatasi.
Namun, pengajuan itu juga memuat peringatan tegas mengenai sisi lain dari teknologi tersebut. Anthropic menyoroti kemungkinan penyalahgunaan AI oleh pihak yang berniat jahat, perilaku otonom yang tidak sesuai harapan sebagaimana tercermin dalam insiden keamanan siber yang menonjol belakangan ini, hingga risiko kehilangan kendali atas sistem AI yang cukup kuat yang disebut dapat menjadi ancaman keamanan global tingkat utama.
Perusahaan menyatakan memandang pemahaman publik terhadap risiko AI dan upaya pencegahan maupun mitigasinya sebagai tanggung jawabnya. Kekhawatiran publik atas risiko AI memang meningkat dalam beberapa bulan terakhir, sebagian karena insiden keamanan terkait AI yang diungkapkan Anthropic dan pengunduran diri seorang peneliti di perusahaan itu yang menarik perhatian luas.
Pada Juli, Anthropic mengungkapkan bahwa tinjauan atas lebih dari 140.000 uji coba model AI mereka menemukan tiga serangan siber mandiri terpisah terhadap organisasi lain. Perusahaan pesaing, termasuk OpenAI, juga mengungkapkan insiden keamanan terkait AI dalam beberapa bulan terakhir, sehingga isu keselamatan AI menjadi sorotan industri secara lebih luas.
Di sisi lain, dokumen pengajuan memperlihatkan skala bisnis Anthropic yang tumbuh pesat. Perusahaan mencatat pendapatan sebesar 16,3 miliar dolar Amerika Serikat pada enam bulan pertama tahun ini, atau hampir 14 kali lipat dibandingkan 1,2 miliar dolar AS pada periode yang sama tahun sebelumnya. Meski demikian, Anthropic melaporkan kerugian bersih sebesar 80,7 miliar dolar AS pada periode yang sama, yang mencerminkan besarnya belanja perusahaan.
Langkah ke lantai bursa ini muncul di tengah perdebatan mengenai laju pengembangan AI. CEO Anthropic Dario Amodei mengumumkan perlambatan pengembangan AI secara preventif untuk memastikan pencegahan risiko yang memadai, sementara CEO OpenAI Sam Altman menyatakan akan mengurangi kecepatan pengembangan AI perusahaannya. Kombinasi pertumbuhan pendapatan yang tajam dan kerugian besar dalam pengajuan IPO akan menjadi perhatian utama para calon investor.



