Kecelakaan kereta cepat di Spanyol tengah mengakibatkan sedikitnya 64 orang tewas setelah satu rangkaian menabrak bagian belakang kereta lain yang tengah berhenti. Insiden yang terjadi pada Rabu dini hari di dekat Urda, Provinsi Toledo, sebelah selatan Madrid itu juga melukai sekitar 80 orang, dengan 50 di antaranya luka serius dan 15 dalam kondisi kritis.
Pemerintah regional Castilla-La Mancha menyatakan dua gerbong kereta tergelincir akibat benturan tersebut. Jalur yang terdampak merupakan lintasan kereta cepat yang menghubungkan Madrid dengan Sevilla, sehingga layanan kereta berkecepatan tinggi antara ibu kota dan wilayah Andalusia untuk sementara dihentikan oleh operator infrastruktur perkeretaapian ADIF.
Presiden wilayah Castilla-La Mancha Emiliano Garcia-Page memperingatkan bahwa jumlah korban jiwa masih mungkin bertambah karena sebagian korban luka berada dalam kondisi kritis. Ia menyebut benturan terjadi pada kecepatan tinggi sehingga dampaknya diperkirakan sangat berat.
“Benturan itu terjadi pada kecepatan tinggi, jadi kami memperkirakan ini akan menjadi sebuah tragedi,” ujar Emiliano Garcia-Page.
Juru bicara pemerintah regional Castilla-La Mancha, Esther Padilla, kepada TVE mengatakan kedua kereta melaju ke arah yang sama ketika salah satunya menabrak bagian belakang kereta lain yang sedang berhenti. Kereta yang terlibat adalah layanan AVE milik perusahaan kereta negara Renfe yang menuju Sevilla dari Madrid, serta satu rangkaian lain yang dioperasikan perusahaan swasta Iryo.
Menurut Padilla, sebanyak 397 penumpang berada di kereta Renfe dan 147 penumpang di kereta Iryo. Sumber layanan darurat yang dikutip El Pais menyebut dua gerbong kereta Iryo terjatuh ke lereng, sementara rekaman yang beredar di media sosial memperlihatkan puing-puing gerbong berserakan di sepanjang lereng dengan petugas penyelamat dan warga di sekitarnya.
Menteri Kesehatan Spanyol Monica Garcia mengatakan para korban luka dibawa ke sejumlah rumah sakit di kawasan tersebut. Ia menyatakan tim darurat memusatkan upaya pada penyelamatan para penyintas dan evakuasi jenazah dari dua gerbong yang paling parah rusak, sementara Wali Kota Madrid Jose Luis Martinez-Almeida menyatakan ibu kota mengirim tim medis darurat dan petugas pemadam kebakaran.
Perdana Menteri Pedro Sanchez menyampaikan keprihatinannya dan tetap berkomunikasi dengan Menteri Transportasi Oscar Puente serta Garcia-Page selama tim darurat bekerja di lokasi. Dukungan juga datang dari Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen dan Presiden Prancis Emmanuel Macron, yang menyatakan solidaritasnya dengan para korban, keluarga, korban luka, dan petugas penyelamat.
“Tergerak oleh kecelakaan kereta yang serius di Toledo. Rasa sayang, solidaritas, dan dukungan saya untuk semua korban dan keluarga mereka,” ujar Pedro Sanchez.
Penyebab tabrakan belum dapat dipastikan. Garda Sipil telah mengirim tim investigasi bencana ke lokasi, sementara otoritas terus mengumpulkan keterangan dari saksi dan petugas di lapangan untuk menjelaskan bagaimana rangkaian kereta yang melaju itu bisa menabrak kereta yang tengah berhenti di jalur yang sama.
“Hari ini, Eropa berduka bersama Anda,” ujar Ursula von der Leyen.
Tragedi ini terjadi sembilan bulan setelah sebuah kereta tergelincir dan menabrak kereta lain yang melaju berlawanan arah di Spanyol selatan, yang menewaskan 45 orang. Kecelakaan di dekat Kota Adamuz itu tercatat sebagai kecelakaan kereta paling mematikan di Spanyol sejak 2013, ketika 80 orang tewas.



