Produsen kendaraan listrik asal Tiongkok, BYD, mencatat pertumbuhan penjualan selama enam bulan berturut-turut pada Oktober 2026. Capaian tersebut ditopang oleh lonjakan ekspor di tengah kondisi pasar domestik yang belum sepenuhnya pulih.
Meski demikian, laju pertumbuhan penjualan BYD pada Oktober 2026 melambat dibandingkan September 2026 yang mencatat kenaikan 17 persen secara year-on-year. Perlambatan ini menunjukkan bahwa momentum pertumbuhan perseroan tidak sekuat bulan sebelumnya.
Dari sisi kinerja keuangan, pertumbuhan laba BYD pada kuartal ketiga 2026 melambat menjadi 28 persen secara year-on-year dan berada di bawah ekspektasi pasar. Kinerja laba tersebut menjadi perhatian tersendiri di tengah pertumbuhan penjualan yang masih berlanjut.
BYD merupakan salah satu eksportir utama kendaraan hibrida ke Uni Eropa dan berpotensi menghadapi pembatasan baru. Tiongkok dan Uni Eropa tengah membahas kesepakatan yang bertujuan membatasi impor kendaraan hibrida ke kawasan tersebut.
Di pasar domestik Tiongkok, pasar otomotif diperkirakan hanya menunjukkan pemulihan terbatas pada 2027. Kondisi ini menjadi tantangan bagi BYD yang tetap mengandalkan ekspansi penjualan di tengah tekanan pasar dalam negeri.
Sebelumnya, BYD mencatat pertumbuhan penjualan global untuk bulan kedua berturut-turut pada Juni 2026. Namun, pada periode yang sama penjualan BYD di pasar Tiongkok turun 22 persen secara year-on-year, sehingga pertumbuhan global ditopang oleh kinerja di luar negeri.
Kombinasi pertumbuhan penjualan yang melambat, laba kuartal ketiga di bawah ekspektasi, serta potensi pembatasan ekspor hibrida ke Uni Eropa menjadi faktor yang perlu dicermati dalam menilai prospek kinerja BYD pada periode mendatang.



