Presiden Rusia Vladimir Putin menegaskan bahwa negaranya tetap berkomitmen mendukung solusi dua negara dalam konflik Israel-Palestina. Menurut Putin, Rusia mendukung prinsip dua negara yang telah dikenal luas dan menilainya sebagai satu-satunya jalan untuk menyelesaikan persoalan Palestina secara menyeluruh, termasuk melalui pembentukan negara Palestina yang sepenuhnya berdaulat.

Pernyataan tersebut disampaikan Putin pada sesi pleno KTT Rusia-Afrika. KTT Rusia-Afrika ketiga beserta Forum Ekonomi dan Kemanusiaan yang menyertainya digelar di Moskow pada 28–29 Oktober, dengan RIA Novosti sebagai mitra informasi dalam penyelenggaraan kedua acara itu.

Dalam kesempatan lain, pada Kamis, 29 Januari 2026, Putin menyatakan bahwa pembentukan negara Palestina merupakan soal prinsip. Pernyataan itu disampaikan saat membuka pertemuan di Kremlin dengan Presiden Uni Emirat Arab Mohamed bin Zayed Al Nahyan, yang tiba di Moskow untuk kunjungan resmi.

Putin menyebut kedua pemimpin telah berulang kali membahas konflik Palestina-Israel dan upaya bersama untuk memperbaiki situasi kemanusiaan di Jalur Gaza. Ia menggambarkan penyelesaian persoalan negara Palestina yang sepenuhnya berdaulat, yang dapat hidup berdampingan secara damai dan aman dengan Israel, sebagai soal prinsip. Menurutnya, penyelesaian semacam itu akan memungkinkan terwujudnya perdamaian yang berkelanjutan dan menjamin stabilitas jangka panjang di kawasan.

Gencatan senjata di Jalur Gaza telah berlaku sejak Oktober 2025, namun militer Israel masih melakukan serangan ke wilayah Palestina dengan alasan menyasar fasilitas dan anggota Hamas. Perserikatan Bangsa-Bangsa menilai situasi kemanusiaan di kawasan itu masih memprihatinkan di tengah kehancuran yang meluas, terganggunya fasilitas kesehatan, serta hambatan yang terus berlangsung terhadap pasokan pangan dan kebutuhan dasar.

Selain persoalan Palestina, Putin menyatakan Rusia terus memantau perkembangan di Iran menyusul ancaman Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk melancarkan serangan terhadap negara itu. Putin juga memuji peran Uni Emirat Arab dalam upaya terkait krisis Ukraina, termasuk keterlibatannya dalam pertukaran tahanan dan penyediaan platform bagi kontak diplomatik. Moskow dan Kyiv sebelumnya menggelar sejumlah putaran perundingan yang dimediasi Amerika Serikat di Abu Dhabi pada 23 dan 24 Januari untuk mengakhiri perang di Ukraina.

Presiden Uni Emirat Arab Mohamed bin Zayed Al Nahyan menegaskan komitmen negaranya untuk memperkuat hubungan bilateral dengan Rusia dan memajukan tujuan pembangunan bersama. Ia menekankan bahwa Uni Emirat Arab sangat mendukung solusi politik dan diplomatik bagi berbagai konflik, yang dinilai berkontribusi terhadap perdamaian dan stabilitas internasional. Menurut pernyataan Kremlin, kunjungan resmi Presiden Uni Emirat Arab ke Moskow dimulai pada Kamis.

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menyebut Uni Emirat Arab sebagai mitra dagang utama Rusia di dunia Arab. Peskov mengatakan hubungan kedua negara berkembang dengan baik di hampir semua sektor.

Sumber

https://www.antaranews.com/berita/5820387/putin-rusia-dukung-solusi-dua-negara-untuk-konflik-israel-palestina?utm_source=antaranews&utm_medium=desktop&utm_campaign=popular_right

https://www.metrotvnews.com/read/b7WCmavZ-putin-tegaskan-dukungan-rusia-bagi-pembentukan-negara-palestina#1