Wahana pendarat bulan tanpa awak MK1 milik Blue Origin, yang juga dikenal sebagai Endurance, telah menyelesaikan pengujian di fasilitas vakum termal. MK1 merupakan kapal kargo tanpa awak yang dikembangkan dan didanai oleh Blue Origin. Pengujian berlangsung di Chamber A, salah satu fasilitas pengujian vakum termal terbesar di dunia, tempat para insinyur mensimulasikan kondisi vakum dan suhu ekstrem di luar angkasa.
Dalam pengujian tersebut, kemampuan Endurance untuk mendarat dengan tepat divalidasi, bersama dengan sistem propulsi superdinginnya serta teknologi navigasi, penentuan posisi, dan kendali otonomnya. Blue Origin menjalankan program percontohan melalui perjanjian Undang-Undang Antariksa dengan mekanisme penggantian biaya. Validasi ini menjadi tahap penting sebelum wahana dioperasikan untuk misi sesungguhnya ke permukaan Bulan.
MK1 diharapkan membawa dua instrumen sains dan teknologi NASA ke Kutub Selatan Bulan tahun ini sebagai bagian dari program CLPS. Instrumen pertama adalah sistem kamera stereoskopik beresolusi tinggi yang merekam interaksi antara aliran udara dari mesin pesawat ruang angkasa dan permukaan bulan selama pendaratan. Instrumen kedua adalah sistem reflektor laser yang membantu wahana antariksa di orbit menentukan posisinya dengan lebih tepat.
Penunjukan NASA dan Rangkaian Misi Bulan
NASA menunjuk Blue Origin untuk menjalankan misi pertama dari tiga pendaratan Bulan tanpa awak sepanjang 2026. Keputusan penunjukan diumumkan Administrator NASA Jared Isaacman dalam konferensi pers di Washington DC. Misi perdana bertajuk Moon Base One dijadwalkan meluncur paling cepat pada musim gugur 2026, dengan Blue Origin menggunakan wahana pendarat kargo kriogenik Endurance untuk membawa instrumen ilmiah menuju kawasan Shackleton de Gerlache Ridge di kutub selatan Bulan.
Isaacman menyebut Moon Base One akan menjadi misi pendarat Bulan pertama dalam sejarah yang didanai secara privat. Proyek pangkalan permanen di Bulan tersebut bernilai USD 20 miliar, sementara Blue Origin memperoleh dukungan pendanaan awal sebesar USD 230,4 juta untuk mendukung dua misi pertamanya. Rangkaian misi ini menjadi bagian dari upaya yang lebih luas untuk menyediakan peralatan penting, demonstrasi teknologi, dan bahan ilmiah ke permukaan bulan.
Jalur Menuju Artemis III
Blue Origin juga mengembangkan MK2, versi yang lebih besar yang dirancang untuk mengangkut astronot dari orbit ke permukaan bulan dan kembali. Misi Artemis III dijadwalkan pada pertengahan tahun 2027 dan berfokus pada Kutub Selatan bulan, area yang dianggap berpotensi mengandung es air. NASA berencana menguji sistem Starship Human Landing System milik SpaceX dan wahana Blue Moon milik Blue Origin dalam misi Artemis III di orbit rendah Bumi tahun depan.
Selain pendarat, NASA memilih Lunar Outpost dan Astrolab untuk pengembangan kendaraan penjelajah Bulan. Firefly Aerospace akan mengembangkan wahana pengangkut nirawak untuk eksplorasi permukaan Bulan pada 2028. Berbagai kontrak tersebut menunjukkan bahwa persiapan menuju kehadiran jangka panjang di Bulan mencakup kendaraan permukaan dan sistem logistik, tidak hanya wahana pendarat kargo.
Sumber
https://www.vietnam.vn/id/tau-do-bo-mat-trang-hoan-tat-thu-nghiem-trong-buong-chan-khong-cua-nasa#1



