Anggota parlemen Bangsamoro memilih Abdulraof Macacua sebagai ketua menteri dalam sidang pleno perdana yang digelar di Kota Cotabato. Macacua memperoleh 51 suara, mengungguli Murad Ebrahim yang meraih 27 suara, sementara satu anggota abstain dan satu lainnya tidak hadir.

Parlemen yang beranggotakan 80 orang itu juga memilih Amer Zaakaria Rakim sebagai ketua parlemen dengan 51 suara. Sebanyak 79 dari 80 anggota parlemen mengucapkan sumpah jabatan dalam sidang tersebut.

Latar Belakang Pemilihan

Pemilihan parlemen pertama di wilayah tersebut digelar pada 14 September dan merupakan tindak lanjut dari Perjanjian Komprehensif Bangsamoro 2014. Wilayah Otonomi Bangsamoro di Mindanao Muslim (BARMM) sendiri dibentuk pada 2019.

Macacua, yang berusia 69 tahun, menggantikan Ebrahim pada Maret 2025 setelah ditunjuk oleh Presiden Ferdinand Marcos Jr. Marcos juga menjadi tamu utama pada acara pembukaan parlemen.

Komposisi Parlemen dan Hasil Partai

Parlemen baru Bangsamoro terdiri atas 40 perwakilan partai regional, 32 perwakilan daerah pemilihan, dan delapan perwakilan sektoral. Partai Federalis Bangsamoro pimpinan Macacua memperoleh 16 kursi, disusul UBJP pimpinan Ebrahim dengan 15 kursi.

Meski demikian, partai Macacua gagal memperoleh mayoritas 41 kursi dalam pemilihan wilayah tersebut. Dukungan lintas partai dalam pemungutan suara parlemen menjadi faktor penentu terpilihnya Macacua sebagai ketua menteri.

Tantangan Ekonomi BARMM

BARMM masih tercatat sebagai wilayah termiskin di Filipina dengan tingkat literasi terendah berdasarkan survei resmi. Pemerintah wilayah juga masih bergantung sebagian besar pada alokasi dana dari pemerintah pusat Filipina.

Pemerintah Filipina mengusulkan dana lebih dari AS$1,8 miliar dalam Anggaran Nasional 2027. Besaran alokasi tersebut menjadi perhatian mengingat ketergantungan fiskal BARMM terhadap dana pusat.

Sumber

https://www.antaranews.com/berita/5821767/parlemen-bangsamoro-filipina-pilih-macacua-jadi-ketua-menteri?utm_source=antaranews&utm_medium=desktop&utm_campaign=editor_picks

https://www.utusan.com.my/luar-negara/2026/10/bekas-pemimpin-pejuang-islam-jadi-ketua-menteri-mindanao/