Polda Metro Jaya menggerebek kawasan Kampung Bahari di Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Minggu, 1 November 2026, pagi. Untuk memasuki kawasan itu, polisi menyamar sebagai penumpang KRL dari Stasiun Tanjung Priok. Penyamaran dilakukan agar pergerakan petugas tidak terdeteksi oleh bandar narkoba yang diduga beroperasi di wilayah tersebut.
Saat penggerebekan berlangsung, sejumlah warga mengadang polisi dan menyerang menggunakan petasan serta batu. Petugas kemudian melepaskan tembakan gas air mata untuk menghadapi perlawanan tersebut. Setelah itu, polisi melakukan penyisiran melalui sejumlah jalan tikus di kawasan Kampung Bahari.
Kapolda Metro Jaya Komjen Pol Dadang Hartanto menyatakan aparat sudah lama menempatkan Kampung Bahari sebagai zona merah peredaran narkoba. Ia juga menyebut warga Kampung Bahari sudah mengetahui wilayahnya akan menjadi sasaran penggerebekan polisi.
Penggerebekan Sebelumnya oleh BNN
Kawasan Kampung Bahari sebelumnya juga digerebek BNN pada Kamis, 13 Agustus, terkait kasus narkoba. Penggerebekan tersebut mendapat perlawanan dari massa di lokasi dan sempat berimbas pada perjalanan KRL.
Manager Public Relations KAI Commuter Leza Arlan mengatakan keterlambatan KRL terjadi imbas kerumunan warga di sekitar jalur rel sekitar pukul 06.20 WIB. Leza menyebut petugas sudah mengamankan jalur rel pada pukul 07.01 WIB. Menurutnya, empat perjalanan Commuter Line Tanjungpriok mengalami keterlambatan selama 16-30 menit dengan total waktu keterlambatan 90 menit.
Dalam penggerebekan oleh BNN itu, jaringan narkoba melawan dengan menembaki petugas menggunakan mercon dan petasan, dan petugas membalas dengan tembakan gas air mata. Direktur Penindakan dan Pengejaran BNN Brigjen Roy Hardy Siahaan membenarkan adanya penggerebekan tersebut.
Roy menjelaskan penggerebekan diawali pengejaran terhadap bos narkoba berinisial MR di Kampung Bahari. Petugas menangkap bos tersebut di sekitar Kampung Bahari lalu membawanya ke dalam untuk pengembangan. Petugas membawa MR ke Kampung Bahari untuk menunjukkan tempat penyimpanan narkoba, namun para loyalis MR menyerang petugas. Roy menyatakan anggotanya ditembaki mercon dan petugas memukul mundur mereka.



