Seorang pria yang diduga melakukan pencurian di sebuah rumah warga Salatiga tewas setelah dihakimi massa. Peristiwa bermula sekitar pukul 01.30 WIB ketika pelaku masuk ke warung yang menempel pada rumah dalam kondisi sebagian besar penghuni sedang tidur.
Pemilik rumah, Brian Damara, menuturkan pelaku mengambil uang dan rokok sebelum berpindah ke bagian lain rumah. Pelaku kemudian masuk ke kamar anak dengan niat mencuri telepon seluler, namun penghuni terbangun dan mengetahui perbuatannya.
“Pelaku masuk dari pojok, lalu masuk ke warung. Dia mengambil rokok, kemudian uang. Mungkin uang yang diambil dirasa belum cukup, akhirnya dia masuk ke kamar saya,” ujar Brian Damara.
Situasi berubah menjadi perkelahian sengit antara pelaku dan Brian di dalam kamar. Menurut Brian, pelaku tidak membawa senjata, tetapi menggunakan pecahan kaca yang ada di kamar untuk menyerangnya. Insiden itu membuat Brian menderita luka di tangan dan kaki.
“Ketahuan saya saat dia (pencuri) mau mengambil HP. Dia malah tertawa-tawa, lalu memukul saya. Saya juga melawan untuk membela diri,” ujarnya.
Brian menyebut perkelahian berlangsung sekitar satu jam di dalam kamar. Keributan itu akhirnya menarik perhatian keluarga setelah seorang anggota keluarga lanjut usia berteriak meminta tolong dan meneriakkan kata maling agar seluruh penghuni rumah keluar.
“Perkelahiannya sekitar satu jam di dalam kamar. Saya mengalami luka di tangan dan kaki. Pelaku tidak membawa senjata, tetapi menggunakan pecahan kaca yang ada di kamar,” jelasnya.
Teriakan tersebut membuat warga berdatangan hingga suasana di luar rumah menjadi ramai. Brian mengaku tidak mengetahui secara pasti apa yang dilakukan warga setelah pelaku dibawa keluar rumah, termasuk saat massa memukuli pria tersebut.
“Simbah saya berteriak minta tolong, juga berteriak maling-maling, supaya keluarga keluar semua. Warga di luar sudah banyak dan suasananya ramai,” ujarnya.
Pria yang dituduh sebagai pelaku itu kemudian tewas di lokasi setelah dihakimi massa, sebelum polisi tiba. Brian mengaku belum mengetahui identitas lengkap pria tersebut. Berdasarkan informasi yang diterimanya, pria itu berusia sekitar 44 tahun dan berasal dari kawasan Tembalang, Semarang, serta tinggal di sebuah rumah kos di Salatiga yang tidak jauh dari rumah sakit umum.
“Saya kurang tahu setelah pelaku dibawa keluar rumah, warga memukul atau melakukan apa saja. Saat itu warga sudah ramai dan suasananya gaduh. Setelah kejadian, saya pergi ke rumah sakit,” ujarnya.
Kasi Humas Polres Salatiga Ipda Sutopo membenarkan adanya penyerangan massa yang mengakibatkan kematian tersebut. Menurutnya, penyidik masih mendalami rangkaian peristiwa, mulai dari dugaan pencurian hingga aksi massa yang berujung pada kematian korban.
“Kasus dugaan pencurian yang berakhir kematian ini masih dalam penyelidikan aparat Satreskrim Polres Salatiga,” ujar Ipda Sutopo.
Hingga kini, polisi belum membeberkan hasil penyelidikan maupun kemungkinan penetapan tersangka dalam kasus tersebut. Brian sendiri telah menjalani perawatan di rumah sakit usai kejadian, sementara proses hukum atas dugaan pencurian dan kematian pelaku masih berjalan di Satreskrim Polres Salatiga.



